Kalau ke Toba, jangan lupa mampir ke 4 destinasi ini

  1. Home
  2. /
  3. Travel
  4. /
  5. Kalau ke Toba, jangan lupa mampir ke 4 destinasi ini

Kalau ke Toba, jangan lupa mampir ke 4 destinasi ini

Posted in : Travel on by : admin Comments:

Ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Sebuah destinasi yang baru dirintis ke world class level ditawarkan di pasar yang sudah mapan. Danau Toba ditawarkan ke Surabaya. Dipasarkannya pun dengan gaya melompat. Bukan dengan jalan santai.

Hasilnya? Spot-spot terbaik jadi incaran pasar Surabaya. Huta Ginjang, Sipinsur, Taman Simalem sampai Menara Pandang Tele, paling banyak dihunting buyers Kota Pahlawan.

“Itu memang spot-spot terbaik untuk melihat Danau Toba. Bisa lihat sunrise, teduh, sejuk, hijau. Pokoknya keren lah,” terang Ketua ASITA Sumut Solahudin Nasution, Minggu (16/9), menanggapi Misi Penjualan Destinasi Pariwisata Prioritas Danau Toba.

Destinasinya memang kalah ngehits dari Bali. Kalah tenar dari Jogjakarta. Tapi, Danau Toba tetap punya nilai jual yang sangat tinggi. Selain panorama yang wow, ada cerita Super Volcano Geopark yang bisa disimak di sana. Story tellingnya pun sangat bunyi lantaran ledakannya sempat menggemparkan dunia 75 ribu tahun silam.

Fakta lainnya pun tak kalah kerennya. Toba punya pulau di tengah danau. Luasnya pun bikin ngeri. Kalau diukur, size-nya malah lebih luas dari Singapura. Kedalamannya pun tidak kalah dari samudra. Silakan googling. Ukur sendiri dalamnya. Danau ini juga menjadi salah satu danau terdalam di dunia dengan kedalaman di atas 450 meter.

Destinasinya juga tidak gersang. Tidak terpencil. Sisi lain yang bisa dinikmati sangat banyak. Selain Samosir, Toba juga punya Parapat, Pulau Sibandang, Pusuk Buhit, juga Tongging yang punya Air terjun Sipiso-Piso. Yang gemar memancing bisa ke Bakara. Belum lagi, tawaran harga yang menggiurkan. Juga pelayanan istimewa.Kesan yang terasa, Toba all out dipasarkan. Toba tak ingin kalah dari Bali.

“Danau Toba sebagai destinasi prioritas akan terus kami promosikan. Terus kami jual. Itu sebabnya Surabaya juga ikut kami goda,” ujar Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata Masruroh.

Kepala Bidang Pemasaran Area I di Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Alfin Merancia, ditugaskan mengawal agenda hard selling ini. Dia ikut presentasi. Ikut merayu para sellers yang hadir di Ballroom Ciputra World Hotel, Surabaya.

Setelah Alfin, ada Direktur Destinasi Badan Otorita Danau Toba, Moch Tata Syafaat. Ada juga Vice President Region III Domestic Jawa, Bali, Nusa Tenggara Garuda Indonesia, Asa Perkasa. Ketua Jurusan Pariwisata Universitas Ciputra IDG Satrya Widya Dutha. Juga Ketua ASITA Sumut Solahuddin Nasution.

“No Return Point! Tidak boleh mandek. Sekarang sudah ada yang mengurus infrastruktur dasar untuk memberi kemudahan pada akses ke Toba. Sudah ada yang mikirin pengembangan Danau Toba sebagai Global Geopark Network (GGN). Something to see, something to do, something to buy, semua ada. Tugas kita sekarang jualan. Jemput wisatawan untuk berlibur ke Danau Toba,” timpal Alfin.

Menpar Arief Yahya memang tidak ikut dalam Misi Penjualan di Surabaya ikut menyemangati dari Jakarta. Bergotong royong, berbagi peran, dan maju bersama dalam kebersamaan di misi penjualan diyakini akan berbuah manis.

“Ibarat bermain simponi orkestra, kita akan menghasilkannada yang indah jika dimainkan bersama-sama dalam satu kesatuan. Nah, orkestra pariwisata Indonesia akan menghasilkan nada indah jika diharmonisasikan dan disinergikan dengan cantik. Akhir tahun ini, ayo ke Toba!” ajak Menpar Arief Yahya.

Di TTCI World Economic Forum (WEF) akan meningkat. Dan, membuat Wonderful Indonesia semakin berkibar.

“Bencmark-nya ke China. Mereka menjual paket serupa seharga 600 ribu bila dirupiahkan. Atau 6 kali lipat lebih mahal yang kita tawarkan. Goal-nya yaitu Price Competitiveness. Sehingga semakin banyak wisatawan yang datang ke Indonesia. Untuk itu, saya mendorong agar Telkomsel jangan mengambil banyak dari joining fee (penjualan staterpack). Kalo bisa diturunkan harganya. Serta mempermudah untuk pengisian pulsanya bagi wisatawan,” ujarnya.

Bagi Menpar Arief, staterpack SimPATI Tourist Wonderful Indonesia juga bisa memungkinkan untuk mengambil data trevellers dari berbagai sumber online, profiling dan segmentasi data traveller.

SimPATI edisi spesial ini memberikan kemudahan bagi wisman selama di Indonesia. Lebih dari 70% wisman adalah digital traveller yang selalu connected.

“Sudah pasti ini membuat profiling customer akan lebih mudah. Karena, data customer profilling itu membutuhkan narasumber. Seperti kebutuhan kuliner apa yang disuka, destinasi mana yang di suka. Sehingga masuklah advertising. Dan ini menguntungkan. Karena, pendapatan dari advertising ini lebih besar dari pendapatan dari telekomunikasi,” ujar Menpar Arief Yahya.

Presiden Direktur Telkomsel, Ririek Adriansyah juga berharap Telkomsel bisa terus konsisten membangun jaringan hingga ke daerah pelosok. Selain itu, Telkomsel juga diharapkan meningkatkan kualitas jaringan di destinasi wisata utama di Tanah Air. Tujuannya untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan wisatawan. Apalagi bagi mereka yang aktif menggunakan layanan komunikasi dan akses internet di lokasi wisata.

“Dengan begitu, kami harap layanan Telkomsel dapat turut mendukung percepatan agenda kepariwisataan Indonesia dalam memberikan best tourist experience di Indonesia bagi wisatawan mancanegara,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *